Mengenal Perbedaan Plitur dan Pernis Kayu Beserta Hasilnya

Berbicara mengenai topik perabotan ataupun furnitur kayu, istilah plitur serta pernis kayu tentu bukanlah sebuah hal yang baru bagi kamu. Hampir disetiap produk dari kayu, semisal meja dan kursi makan, umumnya dilapisi oleh lapisan Plitur atau Pernis Kayu.

Tujuannya ialah agar furnitur tersebut dapat tampil lebih indah dan mengkilap. Sehingga, dapat memberikan tampilan yang lebih elegan namun tetap bernilai natural.

Baca Juga : Cara Finishing Kayu Agar Terlihat Natural

pernis kayu
Sumber: sertanejouniversitarioity.com

Namun, sebelum membahas lebih lanjut, kamu sudah tahu belum? Apa itu pernis dan plitur? Nah, buat kamu yang belum tahu, mari simak pembahasan berikut ini!

Pengertian

1. Plitur

Plitur merupakan bahan pewarna kayu yang memiliki sifat transparan dan tidak menutupi serat-serat dari kayu. Dua kali pelapisan oleh plitur dengan campuran 10% air, memiliki daya sebar sebesar 3-4 m2/ L.

Hal ini dikarenakan Plitur mengandung oker sebagai bahan utamanya, plitur memiliki warna berdasarkan warna dari oker yang digunakan. Sehingga kayu yang dilapisi dengan lapisan plitur dapat membuat tampilan warnanya terlihat lebih tajam serta mengkilap.

Plitur sangat recommended untuk kamu yang ingin melapisi perabot maupun furniture kayu yang memiliki warna tidak merata. Namun sebelum digunakan, plitur harus kamu encerkan terlebih dahulu dengan menambahkan cairan thinner secukupnya. Beberapa produk dari plitur bahkan harus ditambahkan sirlak serta bahan kimia lainnya sebelum digunakan.

Tujuannya ialah agar plitur dapat bekerja dengan baik untuk melapisi permukaan kayu. Teknik untuk mengaplikasikan plitur ke permukaan kayu dapat dilakukan dengan menggunakan kuas atau bola kain.

Saran untuk kamu yang memilih untuk menggunakan lapisan plitur, sebaiknya melapisi permukaan material kayu dengan setipis mungkin namun secara berulang untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Walaupun terkesan merepotkan, namun hasil yang diberikan tidak akan mengecewakan.

2. Pernis

Pernis merupakan cairan pemoles kayu yang dapat dibuat dari campuran thinner, drying oil, resin, serta bahan-bahan lainnya. Cairan pernis ini dapat berwarna bening transparan serta memiliki aroma yang sangat menyengat. Sehingga pernis lebih digunakan sebagai pelapis untuk membuat tampilan kayu lebih glossy.

Secara tidak langsung, pernis juga dapat menjadi cairan pelindung permukaan kayu dari paparan sinar matahari serta kelembapan udara, sehingga membuat material yang dilapisi oleh pernis, dapat bertahan lebih lama dibandingkan dengan plitur.

Pernis digunakan sebagai lapisan finishing pada perabotan serta furniture kayu agar permukaan kayu menjadi lebih menawan dan mengkilap. Hal ini tentu dapat memberikan kesan mewah pada furniture kayu yang dilapisi, sehingga harganya pun akan terbilang lebih mahal.

Cara untuk menerapkan pernis pada kayu tergolong mudah. Kamu hanya perlu menggunakan kuas untuk mengoleskan cairan pernis pada permukaan kayu, dengan gerakan yang searah serta berulang-ulang.

Perbedaan

1. Bahan Baku yang Berbeda

Bahan baku utama dari proses pernis kayu ialah drying oil, resin, serta pelarut. Pelarut yang umumnya digunakan sebagai bahan untuk membuat pernis kayu, ialah yang memiliki jenis solvent based serta water based.

Perbedaan antara solvet based dan water based terletak pada proses pencampurannya. Solvent based adalah hasil dari kombinasi thinner sebagai pelarut. Sedangkan water based menggunakan air sebagai pelarutnya.

Sementara itu, plitur dapat diartikan sebagai cat transparan yang berbahan utama oker. Oker sendiri memiliki makna sebagai ranah lunak yang telah mengalami proses oksidasi. Proses oksidasi akan membuat oker memiliki variasi warna dari cokelat, hingga keemasan.

2. Cara Penggunaan

Bahan baku yang berbeda menyebabkan cara penggunaan plitur serta pernis kayu tidak sama. Untuk proses pernis kayu, kamu dapat langsung menggunakannya tanpa harus mencampurkannya dengan cairan lain.

Cukup oleskan saja pernis kayu pada permukaan yang ingin kamu lapisi, dengan menggunakan kuas ataupun alat oles lainnya, bidang tersebut dapat langsung tertutupi dengan menggunakan pernis kayu dan akan membuat tampilan kayu kamu semakin mengkilap.

Lain halnya jika menggunakan plitur. Dikarenakan bahan baku plitur tidak terdapat pelarut, maka kamu tidak dapat langsung mengoleskannya pada bidang kayu yang diinginkan. Plitur terlebih dahulu harus dicampur dengan cairan bahan pelarut. Saat dulu, plitur dicampur dengan cairan bernama spiritus.

Namun, untuk saat ini kamu sudah dapat menggunakan thinner sebagai bahan campuran untuk membuat plitur lebih encer, sehingga bisa diaplikasikan pada perabotan serta furnitur kayu.

3. Hasil

plitur kayu
Sumber: mebelkayukita.com

Pada umumnya, plitur maupun pernis kayu dapat membuat perabot serta furniture kayu menjadi lebih mengkilap dari aslinya. Namun, ada perbedaan mendasar dari hasil yang diperoleh ketika kamu menggunakan lapisan plitur dan pernis. Perbedaannya yakni terletak pada warnanya. Penggunaan pernis kayu tidak dapat memberikan warna pada permukaan kayu yang kamu oleskan.

Pernis kayu hanya dapat membuat permukaan kayu terlihat lebih mengkilap. Tidak terjadinya perubahan warna pada permukaan kayu membuat tampilan serat-seratnya dapat terlihat lebih jelas, sehingga akan tampak lebih alami.

pernis kayu
Sumber: foorniture.com

Hal ini tentu berbeda dengan penggunaan plitur yang justru dapat memberikan warna pada permukaan kayu yang diolesi. Plitur merupakan cairan lapisan kayu yang terbuat dari oker. Sehingga, permukaan kayu yang kamu oleskan dengan plitur dapat berubah warna sesuai dengan warna oker pada plitur yang kamu gunakan. Cokelat, kuning hingga keemasan merupakan contoh dari warna yang dihasilkan dari cairan plitur.

Namun, pengaplikasian plitur pada permukaan kayu dapat menjadi sebuah solusi untuk memperindah kayu yang memiliki warna tidak merata.

4. Fungsi

Perbedaan lainnya antara plitur dan pernis ialah dari segi fungsinya. Plitur hanya memiliki fungsi sebagai cairan pelapis untuk mengkilapkan permukaan kayu saja. Sedangkan pernis dapat berfungsi sebagai cairan pelapis untuk mengkilapkan permukaan kayu serta juga berfungsi sebagai cairan yang dapat mempertahankan keawetan dari material kayu yang dioleskan.

Perabot ataupun furniture kayu yang dilapisi dengan pernis tentu akan lebih bertahan lama apabila dibandingkan dengan furniture yang menggunakan lapisan plitur. Proses finishing menggunakan plitur maupun pernis, sebaiknya hanya dilakukan untuk produk indoor saja. Hal ini dikarenakan kedua bahan pemanis kayu tersebut dapat cepat luntur jika terkena langsung paparan sinar matahari.

Selain itu, kamu juga dapat memberikan finishing untuk produk outdoor dengan menggunakan melamin. Bahan pelapis kayu tersebut dapat menutupi pori-pori kayu dengan baik, sehingga kayu dapat memiliki daya tahan yang tinggi terhadap cuaca yang ekstrim. Cara mengaplikasikan melamin pada permukaan kayu ialah dengan cara menyemprotkannya menggunakan kompresor.

Baca Juga : Mengenal Berbagai Jenis Lantai Kayu

Setelah selesai membaca penjelasan di atas, kira-kira masih ada pertanyaan terkait plitur dan juga pernis dalam pikiranmu? Jika iya, silakan tulis pertanyaan kamu di kolom komentar dibawah ini.

Seperti yang kamu ketahui, keduanya memiliki keunggulan masing-masing dalam segi penggunaannya. Kamu dapat menggunakan keduanya sesuai keinginan serta kebutuhanmu. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *