10 Arsitek Indonesia Terkenal dan Mendunia

Berbincang mengenai dunia arsitektur, tentu tidak lepas dari peran seorang arsitek. Suksesnya arsitektur suatu bangunan bergantung pada tarikan garis seorang arsitek. Indonesia yang kamu kenal dengan negara berkembang, bahkan tidak dapat dipandang sebelah mata.

Arsitektur bangunan yang dimiliki tidak kalah dengan arsitektur negara maju lainnya. Kamu bisa melihat bangunan-bangunan megah nan indah yang telah terbangun dari hasil goresan tangan para arsitek Indonesia. Perpustakaan “Microlibrary” yang terletak di Bandung merupakan salah satu contoh karya arsitek Indonesia yang berhasil meraih penghargaan Architizer A+ di New York.

Architizwer A+ merupakan penghargaan terbesar tahunan bagi karya arsitektur terbaik di dunia. Selain itu, ada juga Bangunan Splow House yang berhasil meraih penghargaan Architizer A+ Awards untuk kategori Arsitektur dan Hunian Kecil versi Public Choice.

Namun, dibalik mendunianya bangunan-bangunan spektakuler tersebut, ada seorang arsitek yang berjuang dibalik layar. Untuk lebih mengenalnya, berikut 10 daftar Arsitek Indonesia yang terkenal dan telah mendunia:

YB Mangunwijaya PR

Arsitek YB Mangunwijaya PR adalah seorang arsitek paling terkenal di Indonesia karena sumbangsihnya tidak hanya sebatas pada arsitektur namun juga meresap ke dalam ingatan dan jiwa. Ia merupakan lulusan Teknik Arsitektur ITB (1959) dan Rheinisch Westfaelische Technische Hochschule, Jerman (1966).

YB Mangunwijaya kerap dikenal sebagai Bapak Arsitektur Modern Indonesia melalui berbagai karyanya yang telah dikenal baik di kanca nasional maupun internasional. Karyanya yang terkenal diantaranya ialah Bentara Budaya Jakarta, berbagai gereja dan kawasan pemukiman Kali Code.

Kampung Code yang terletak di Yogyakarta merupakan salah satu karya YB Mangunwijaya yang meraih penghargaan di kanca Internasional. Yakni penghargaan dari Aga Khan.

YB Mangunwijaya juga seorang sastrawan yang menghasilkan karya-karya yang dipuji tidak hanya di Indonesia namun juga di seluruh dunia. Sebut saja Burung-Burung Manyar dan Roro Mendut. Selain itu, YB. Mangunwijaya juga sangat peduli mengenai pendidikan dengan mendirikan Yayasan Dinamika Edukasi Dasar, dan yayasan pendidikan untuk anak miskin dan terlantar.

Baca Juga: 10 Alasan Penting Mengapa Perlu Memakai Jasa Arsitek

Ir. Soekarno

Ir. Sokarno merupakan arsitek kelahiran Surabaya (1901). Selain mengabdikan diri ke negara sebagai presiden, Soekarno juga merupakan seorang seniman yang bergelut dibidang Arsitektur. Tak heran apabila ia sangat dikenal oleh masyarakat lokal maupun domestik.

Selama menjadi Presiden RI, terdapat berbagai karya rancangan arsitektur yang dipengaruhi dan dicetuskan oleh Soekarno. Diantaranya Monumen Nasional, Gedung DPR/ MPR, Gedung Sarinah dan sebagainya.

Soekarno

Ridwan Kamil

Terkhusus anak millennial saat ini, mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama Ridwan kamil. Ia merupakan Walikota Bandung yang kini telah merambah menjadi tokoh idola anak muda masa kini. Ridwan Kamil merupakan alumni dari Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung di Tahun 1990-1995. Kemudian melanjutkan studinya di Master of Urban Design University of California, Berkeley 1999-2001.

Sebelumnya Ridwan Kamil telah memulai karirnya di Amerika setelah lulus S1. Namun hanya berkisar empat bulan, ia mengambil langkah untuk berhenti bekerja dikarenakan terkena dampak krisis moneter yang melanda negaranya Indonesia. Dia memilih bertahan di Amerika, sebelum akhirnya mendapatkan beasiswa di University of California.

Selama mengenyam pendidikan S2, Ridwan Kamil melakukan kerja part time di Departemen Perancanaan Kota Berkeley. Kemudian di Tahun 2002, Ridwan Kamil pulang ke Indonesia dan dua tahun kemudian mendirikan Urbane, perusahaan yang bergelut dalam bidang jasa konsultan, perencanaan, desain dan arsitektur.

Sebelum melangkah ke dunia politik, Ridwan Kamil telah merancang berbagai bangunan yang terkenal di kanca nasional maupun internasional. Salah satu karyanya yang legendaris ialah Rumah Botol di Kota Bandung, Jawa Barat. Menariknya, hunian pribadinya tersebut terbuat dari 30 ribu botol bekas yang dikumpulkan dalam kisaran waktu enam bulan. Dan usahanya berhasil mendapatkan penghargaan internasional Green Design Award oleh BCI.

Ahmad Noeman

Arsitek Ahmad Noeman merupakan pria asal Garut yang lahir di tahun 1924. Ia dikenal dengan istilah arsitek sejuta masjid. Hal tersebut dilatar belakangi oleh berbagai desain rancangan masjidnya yang sangat terkenal, seperti Masjid Amir Hamzah Taman Ismail Marzuki, Masji At-Tin, Masjid Islamic Center (Jakarta), Serta Masjid Salman ITB (Bandung).

Selain di Indonesia, Ahmad Noeman juga telah melahirkan karya arsitektur di mancanegara yaitu salah satunya bangunan Masjid Syekh Yusuf di Cape Town, Afrika Selatan. Tidak hanya sampai disitu, ia juga merupakan salah satu pendiri dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI).

Frederich Silaban

Frederich Silaban merupakan putra Sumatera Utara yang belajar arsitek secara otodidak. Ditinjau dari segi pendidikan, ia hanyalah lulusan setingkat STM (Sekolah Teknik Menengah). Namun background pendidikannya tidak membatasi desain rancangan yang dihasilkannya. 

Terdapat berbagai karyanya di Indonesia yang dapat dilihat secara langsung yakni seperti bangunan Masjid Istiqlal, Monumen Nasional, Gelora Bung Karno hingga Monumen Khatulistiwa di Pontianak. Berkat kegigihannya dalam berarsitektur, salah satu karyanya yaitu Masjid Istiqlal berhasil meraih penghargaan berupa Tanda Kehormatan Bintang Jasa Sipil dari pemerintah.

Daliana Suryawinata

Daliana Suryawinata yang akrab disapa Dana merupakan perempuan kelahiran Jakarta yang dulunya tidak pernah berfikir bahwa dimasa depan, ia akan menjadi seorang Arsitek. Perempuan asal Jakarta ini pada awal mulanya bercita-cita akan menjadi seorang komikus. Namun dikarenakan amanah dari orang tua, ia pun akhirnya menjalani kesehariannya menjadi mahasiswi jurusan arsitektur.

Dana merupakan lulusan Arsitektur Universitas Tarumanegara, kemudian melanjutkan studi S2 nya di Berlage Institue, Belanda. Setelah selesai mengenyam Pendidikan, Dana kembali ke Indonesia dan mendirikan SHAU (Suryawinata Heinzelmann Architecture and Urbanism) di Bandung-Indonesia, Rotterdam-Belanda, dan Munich-Jerman.

Melalui SHAU, Dana lebih bebas menggali potensi dan ide-ide kreatif dalam membangun kampung-kampung di seluruh dunia. Salah satu karyanya yang mendunia ialah Perpustakaan “Microlibrary” yang terletak di Kota Bandung yang berhasil meraih penghargaan Architizer A+ New York.

Budi Pradono

Satu lagi arsitek asal tanah air yang karyanya patut diacungi jempol ialah Budi Pradono, melalui bangunan “Bamboo Tampah”, ia sukses dikenal hingga dunia internasional. Arsitek Budi Pradono merupakan pendiri dari Budi Pradono Architects (BPA) yang berhasil mendapatkan penghargaan dalam Arcasia Architecture Awards (AAA) pada tahun 2016.

Arcasia Architecture Awards adalah Dewan Arsitek regional Asia yang terbentuk oleh 19 organisasi se-Asia, mulai dari Pakistan hingga China. Salah satu karya lainnya yang sukses dikelan dunia ialah Dancing Mountain House. Karya tersebut dirancang dengan konsep borderless home (rumah tanpa sekat). Selain bangunan Dancing Mountain House, bangunan Casablancka Residence juga pernah masuk dalam daftar nominasi ArchDaily’s Building of The Year 2018.

Han Awal

Han Awal adalah sosok arsitek Indonesia yang merupakan keturunan tionghoa yang memiliki nama asli Han Hoo Tjwan. Ia dikenal dengan karya-karya pemugaran terhadap bangunan yang berusia tua di Indonesia. Berbagai hasil goresan tangan pemugaran bangunan oleh Han Awal ialah Gereja Katedral Gedung Bank Indonesia serta Gedung Arsip Nasional.

Gedung Arsip Nasional merupakan salah satu karyanya yang berhasil meraih penghargaan “Award of Excellence UNESCO Asia Pasific Heritage” pada tahun 2001.

Andra Martin

Andra Matin adalah seorang arsitek Indonesia millennial yang dikenal dengan karyanya yang modern dan berkesan elegan. Memiliki nama lengkap Isandra Matin Ahmad, mengantarkan Andra berhasil melewati masa pendidikannya di Universitas Parahyangan di kota Bandung.

Elevation merupakan salah satu karyanya yang sangat sukses saat ini. Desain rancangan instalasi yang diberikan nama Elevation juga berhasil meraih penghargaan Internasional serta dipamerkan dalam event Venice Architechture Biennale 2018. Karya hasil desain Andra Martin tersebut mendapatkan penghormatan “special mention” dari dewan juri yang ada.

Yori Antar

Yori Antar kini bukanlah sosok arsitek biasa. Ia merupakan ujung tombak serta andalan pemerintah dalam melestarikan rumah adat yang berada di Indonesia dari ancaman kepunahan. Rumah adat Mbaru Niang (Rumah Adat Wae Rebo) adalah salah satu bukti keahlian arsitek Yori dalam merancang dan mendesain kembali rumah adat.

Reputasi tersebut diperoleh berkat usaha Yori dalam merintis karir arsitektur di bidang arsitektur vernakular Indonesia, sehingga ia memiliki spesifikasi dalam membangun kembali rumah adat dari ancaman kepunahan.

Rumah Budaya Sumba merupakan salah satu karya desain dari arsitek Indonesia, Yori Antar yang berhasil meraih penghargaan sebagai kategori bangunan pelestarian non-benda pada ajang IAI Awards 2015.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *